Berita Terhangat GIBS

Merangkai berita dalam cerita

SMP-SMA GIBS Gelar Peringatan Isra Mi'raj 1443H: Resep Menjadi Muslim Sejati

SMP-SMA GIBS Gelar Peringatan Isra Mi'raj 1443H: Resep Menjadi Muslim Sejati

SMP-SMA Global Islamic Boarding School (GIBS) menggelar peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1443 Hijriyah, Senin (28/02/22) pagi, dilakukan secara hybrid, yaitu offline di Nurhayati Building kompleks GIBS, dan secara online melalui media Zoom, diikuti oleh ratusan siswa-siswi, guru, serta orang tua siswa.


Agenda ini mengusung tema Momen Isra Mi'raj untuk Refleksi Diri menjadi Muslim Sejati dan Bermanfaat Bagi Sesama Umat. Ketua Panitia dari Student Organizations of Global Islamic Boarding School (SOGIBS), Sendya Maharani menuturkan bahwa agenda ini bisa menjadi refleksi diri untuk membersihkan hati, sebagaimana yang pernah didapatkan Rasulullah SAW.


"Ini bukan hanya momen yang diperingati setiap tahun, tapi ada makna dan pesan mendalam, ketika Rasul dibedah hatinya oleh Malaikat, dan dibersihkan dengan Air Zamzam. Pelajaran yang bisa kita petik, bahwa hati adalah bagian terpenting dalam hidup manusia, metabolisme iman dan takwa, sehingga Isra Mi'raj menjadi evaluasi tentang hati dan fikiran," tutur Sendya.


Direktur Global Islamic Boarding School, Dr. Zulfikar Alimuddin, B.Eng., M.M., sepakat bahwa Isra Mi'raj merupakan refleksi untuk menjadi Muslim sejati, yang membuat manusia bernilai mahal di mata Tuhan. Hal ini juga dijelaskan oleh penceramah, Abi Firdaus, founder Taman Cinta Al-Qur'an.


"Saya garis bawahi tiga kata, reflektif, Muslim, dan sejati. Sejati, bahasa kitanya adalah ori, biasanya dihargai mahal. Muslim, melakukan Rukun Islam dan Rukun Iman. Kemudian reflektif, dari kata refleks, artinya bercermin. Ayo kita bercermin, saya sudah menjadi Muslim yang ori belum? Saya yakin siswa-siswi GIBS sudah punya itu, hanya harus dikembangkan lagi agar lebih terlihat," terang Zulfikar.


"Menjadi Muslim sejati, Muslim yang ori, sebagaimana pembuka Surat Al-Isra, yaitu dengan menjadi Hamba Allah, mengaktifkan pendengaran, karena Isra Mi'raj dilakukan di malam hari, dan melakukan perjalanan dari mesjid ke mesjid. Pasti hidupnya dipenuhi dengan keberkahan dari Allah. Tapi, Isra Mi'raj tidak hanya dunia, Rasulullah pergi ke langit. Itu artinya, salat jangan ditinggalkan," tuntas Abi Firdaus.