Berita Terhangat GIBS

Merangkai berita dalam cerita

SMP-SMA GIBS Gelar Malam Merdeka 6.0: Penonton Diajak Keliling Indonesia

SMP-SMA GIBS Gelar Malam Merdeka 6.0: Penonton Diajak Keliling Indonesia

SMP-SMA Global Islamic Boarding School (GIBS) menggelar pertunjukan seni bertajuk Malam Merdeka 6.0 pada Sabtu (09/10/21) malam, bertempat di Sport Indoor GIBS. Acara berlangsung megah dan meriah, bahkan penonton merasa seperti diajak berkeliling melihat keindahan Indonesia.

Acara dibuka oleh penampilan musik dari siswa-siswi GIBS dan juga para guru, lalu empat pembawa acara muncul dengan mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia. Tak sekadar pakaian adat, mereka juga menggunakan bahasa daerah masing-masing, sehingga nuansa 'Wonderful Indonesia' pun sangat terasa.

Ketua Pelaksana Malam Merdeka 6.0, Nurjannah mengaku jika Malam Merdeka merupakan acara tahunan, sejatinya untuk memeriahkan perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus. Namun, seiring dengan pandemi dan penyesuaian jadwal GIBS sebagai sekolah berasrama, maka Malam Merdeka 6.0 baru bisa digelar.

"Malam Merdeka kali ini sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Malam Merdeka 6.0 bukan hanya sekadar merdeka bebas dari penjajah, tapi bebas berkarya, berekspresi dan bereksperimen, bebas dalam semua aspek yang baik, seperti tagline kita malam ini, Merdeka dalam Berkarya," ungkap Nurjannah.

Agenda ini juga mendapat apresiasi dari Direktur Global Islamic Boarding School (GIBS), Dr. Zulfikar Alimuddin, B.Eng., M.M., lantaran memiliki latar dan dekorasi yang mewah, namun tak lepas dari unsur-unsur khas budaya Indonesia. Menurutnya, hal ini adalah bentuk kemerdekaan sesungguhnya.

"Saya sangat bangga dengan kalian, acara ini bertajuk Malam Merdeka 6.0. Jadi, GIBS hari ini memecahkan rekor dunia ya. Kalau sebelumnya bicara paling jauh industri 4.0, Jepang setting society 5.0, kemudian GIBS malam ini setting 6.0," ungkap Zulfikar.

"Saya bertambah bangga, saat saya tahu maksud 6.0 adalah creativity. Zaman ini, kalau bicara Sustainable Development Goals, salah satu yang paling penting dan dibutuhkan adalah kreativitas. Malam ini kalian sudah menunjukkannya, saya kagum. Malam ini, GIBS menunjukkan salah satu puncak kreativitas, bukti bahwa kalian tidak terjajah," lanjut sosok 50 tahun tersebut.

Acara Malam Merdeka 6.0 pun dilanjutkan dengan pertunjukan teater monolog dari siswa-siswi GIBS, yang menceritakan tentang berbagai macam sudut pandang masyarakat di tengah merebaknya pandemi Covid-19, termasuk bagi siswa sekolah, para pekerja, para pebisnis, dan lain sebagainya.

Acara pun semakin meriah saat siswa dan siswi GIBS mulai unjuk kebolehan di atas panggung, dan menampilkan berbagai tari tradisional, mulai Tari Piring khas Sumatera Barat, Tari Saman dari Aceh, hingga Tari Mandau asli Kalimantan. Kelompok paduan suara juga turut menyanyikan berbagai lagu daerah dan lagu-lagu nasional Indonesia.

Suasana beralih menjadi lebih sendu dan mencekam kala sejumlah siswa melakukan musikalisasi puisi, ditambah dengan aksi teatrikal menarik dan lighting yang baik. Setelahnya, para siswa pun menyanyikan lagu-lagu populer untuk menutup acara Malam Merdeka 6.0, termasuk tembang Sampai Jumpa dari Endank Soekamti.