Berita Terhangat GIBS

Merangkai berita dalam cerita

Pelepasan Siswa-siswi SMA GIBS Immersion Program ke Turki

Pelepasan Siswa-siswi SMA GIBS Immersion Program ke Turki

Barito Kuala - Acara pelepasan siswa-siswi SMA Global Islamic Boarding School (GIBS) yang akan menggelar Immersion Program ke Turki, dilangsungkan secara virtual melalui Zoom, Sabtu (12/02/22) pagi.


Sebanyak 25 siswa-siswi SMA GIBS kelas XII hadir dalam pelepasan virtual ini, yang juga dihadiri oleh orang tua dan wali, serta para pendamping dari SMA GIBS selama siswa mengikuti program pembelajaran di Turki.


Siswa kelas XII SMA GIBS akan bertolak ke Jakarta, kemudian melanjutkan perjalanan ke Turki pada Senin (14/02/22), sementara siswa kelas XI akan menyusul kemudian, pada akhir Februari dan bulan Maret.


Kepala Sekolah SMA GIBS, Rijali Riyadi menurutkan bahwa acara pelepasan ini harus digelar secara virtual, mengingat siswa harus menjaga kesehatan sebelum berangkat ke Turki, sementara situasi di luar asrama, pandemi Covid-19 masih merebak.


Namun, walau digelar secara virtual, tapi Rijali Riyadi berharap agenda ini tak kalah sakral, dan siswa-siswi SMA GIBS dapat bertanggung jawab dengan amanah dari orang tua, yang melepaskan mereka ke Turki untuk belajar selama dua pekan.


"Immersion Program ini bukan hanya jalan-jalan atau liburan, tapi ini momen untuk belajar budaya, manusia, human interest, harus ada pelajaran yang bisa diambil," ucap Rijali dalam sambutannya.


Demikian pula dengan perwakilan orang tua siswa yang mengikuti Immersion Program SMA GIBS, berharap putra-putrinya bisa mengambil pelajaran dari lingkungan internasional yang ada di hadapan mereka.


"Kalian adalah anak-anak yang beruntung, Immersion Program ini adalah kesempatan yang luar biasa. Sampai di sana, kalian ambil ilmunya. Pesan saya, taati instruksi dari pendamping dan tetap patuhi protokol kesehatan," ucap ayahanda dari Khanza Khairunnisa.


Kemudian, salah satu perwakilan dari siswa SMA GIBS yang akan mengikuti Immersion Program ke Turki, Alisha Rahma Maulida, mengaku antusias dan tak sabar melihat negara yang selama ini hanya ia pelajari dari buku dan media sosial, tapi sekarang bisa belajar langsung di Negara Bulan Sabit.


"Kami sangat gembira, tidak sabar, karena kita biasanya hanya melihat Turki lewat HP, media sosial, tapi sekarang bisa langsung ke sana. Kami akan belajar budaya dan lingkungan internasional. Semoga kami berangkat dan pulang tidak ada kendala, balik dengan selamat dan sehat," tuntasnya.