Berita Terhangat GIBS

Merangkai berita dalam cerita

Pajak Bertutur Sambangi SMP-SMA GIBS: Osmar dan Lulu jadi Duta Pajak

Pajak Bertutur Sambangi SMP-SMA GIBS: Osmar dan Lulu jadi Duta Pajak

Barito Kuala – KPP Madya Banjarmasin dan KPP Pratama Banjarmasin menggelar acara Pajak Bertutur di SMP-SMA Global Islamic Boarding School (GIBS), Rabu (25/08/21). Pajak Bertutur merupakan sesi sharing atau bercerita kepada generasi muda, terkait apa manfaat pajak dan mengapa seseorang perlu membayar pajak.

Pajak Bertutur digelar secara serentak di seluruh Indonesia, melibatkan lebih dari 600 sekolah dan perguruan tinggi, serta lebih dari 18 ribu pelajar dan mahasiswa, termasuk SMP-SMA Global Islamic Boarding School. Adapun tema yang diangkat ialah 'Generasi Muda Sadar Pajak, Wujud Bela Negara.'

Oleh karena itu, program Pajak Bertutur di Banjarmasin juga menggaet anak muda untuk menyebarkan semangat sadar pajak, yakni Influencer Tommy Kaganangan dan alumni SMA GIBS angkatan 3, Is Hanifati Rosada untuk membawakan acara hari ini.

Asisten Penyuluh Pajak Mahir KPP Madya Banjarmasin, Arief Fitriyadi, mengingatkan kepada siswa-siswi SMP-SMA GIBS agar belajar dengan tekun, sebagai salah satu bentuk Bela Negara. Kemudian, saat tiba masa wajib pajak, akan tumbuh kesadaran untuk membayar pajak dan membebaskan Indonesia dari utang negara.

"Kesadaran membayar pajak itu sangat penting. Sebagai warga negara yang baik, kita harus memiliki kesadaran membayar pajak, itu sama dengan prinsip bela negara. Bela negara jangan hanya dikaitkan dengan aksi-aksi di jalanan, karena dengan bayar pajak, kita ternyata juga berkontribusi pada pembangunan negara," jelas Arief Fitriyadi.

"Adik-adik SMA GIBS ini memang belum masuk wajib pajak, tapi salah satu cara berkontribusi untuk bela negara adalah belajar yang baik. Kalian ini generasi emas, Gen Z, dan pada tahun 2045 nanti ada di usia produktif, sekitar 60 persen penduduk negara. Bayangkan jika 60 persen ini sadar pajak, berapa APBN yang diperoleh, mungkin negara kita nggak perlu utang lagi, kita bisa mandiri," lanjutnya.

Kemudian, salah satu alumni SMA GIBS angkatan 3 yang aktif di dunia wirausaha, Muhammad Fathiyakan Ramadhan, ikut memberi pandangan jika pajak sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Maka, seiring waktu, siswa-siswi SMP-SMA GIBS mestinya terbiasa dengan dorongan untuk membayar pajak dan berkontribusi untuk pembangunan negara.

"Menurut saya, bayar pajak itu penting sekali, karena menjadi sumber utama pendapatan negara, pilihan lainnya adalah utang. Mau bela negara dengan membayar pajak, atau tidak? Padahal kita dekat sekali dengan pajak, makan di restoran juga bayar pajak."

"Namun, berhubung adik-adik belum wajib pajak, saat ini tugasnya adalah belajar dulu, asah terus skill dan kemampuan kita, jangan lupa untuk membangun karakter yang baik, dan saran saya, coba bangun koneksi dari sekarang," pungkas Fathiyakan.

Pada kesempatan yang sama, KPP Madya Banjarmasin dan KPP Pratama Banjarmasin juga menunjuk Duta Pajak SMP-SMA GIBS. Lewat seleksi yang ketat dan pertarungan sengit di babak final, di mana peserta harus menjawab sejumlah pertanyaan dari dewan juri, maka terpilihlah M. Osmar Zaidan dan Lulu Anjani Silalahi sebagai Duta Pajak SMP-SMA GIBS.