Berita Terhangat GIBS

Merangkai berita dalam cerita

Bukan Hanya Siswa, Guru Seni Budaya GIBS Turut Torehkan Prestasi

Bukan Hanya Siswa, Guru Seni Budaya GIBS Turut Torehkan Prestasi

Menjadi siswa beprestasi tentu menjadi sebuah kebanggan bagi guru dan sekolah. Prestasi yang ditorehkan dapat membuat bangga banyak orang dan membawa nama harum sekolah. Tapi kali ini, bukan hanya siswa yang bisa mendapatkan prestasi-prestasi itu untuk membawa nama harum sekolah. Bahkan seorang guru pun juga turut torehkan prestasi yang membuat bangga.

  Rahmat Dwi Purwanto, adalah salah satu contoh guru yang berhasil menorehkan prestasinya. Guru Seni Budaya di SMP/SMA GIBS ini berhasil menjadi juara pada pekan olahraga dan seni yang diadakan oleh MKKS Batola pada tanggal 20 Agustus 2022. Tentu, ini sebuah kebangaan dan membuktikan bukan hanya siswa saja yang dapat memberikan prestasi tetapi guru pun juga bisa membawa harum nama sekolah.

  “Alhamdulillah, masih bisa memberikan yang terbaik buat GIBS, semoga bisa memberikan motivasi besar buat siswa dan guru-guru agar selalu berkompetisi dan memberikan prestasi.” ucap Rahmat yang juga merupakan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMP-SMA GIBS.

  Prestasi ini bukan kali pertama yang diperolah, bahkan pada tahun 2015 pernah menjadi juara satu untuk kategori lomba yang sama. Latihan dan ketekunan menjadi kunci utama untuk mendapatkan prestasi. Rahmat sendiri memang memiliki hobi menyanyi dan memilih jurusan bidang seni dan drama sewaktu kuliah dulu. 

  “Dulu sewaktu sekolah memang suka nyanyi dan sewaktu sekolah kuliah jurusan yang diambil juga bidang seni dan drama, tari dan musik, di musik banyak diajarkan mata kuliah tentang vokal. Kalau untuk latihan nyanyi tidak secara khusus, latihan sendiri saja.” jawab Rahmat saat ditanya melalui pesan whatsapp.

  Rahmat sendiri berpesan agar tidak pernah merasa puas dengan prestasi yang sudah didapat. Khususnya untuk guru dan siswa di GIBS yang lain agar terus bekerja keras, karena tentu saja prestasi akan diraih untuk mereka yang memiliki tekad dan kerja keras.

  “Pesannya, jangan pernah merasa masa kita mencapai sebuah prestasi sudah berakhir hanya karena usia, tekad dan kerja keraslah yang akan menjawabnya.” sambungnya.