Berita Terhangat GIBS

Merangkai berita dalam cerita

2 Siswa GIBS jadi Paskibraka Barito Kuala, Sibyan: Lelah tapi Bangga

2 Siswa GIBS jadi Paskibraka Barito Kuala, Sibyan:
Lelah tapi Bangga

Barito Kuala - Dua siswa SMA Global Islamic Boarding School (GIBS) terpilih sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dalam upacara peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tingkat Kabupaten Barito Kuala, Selasa, 17 Agustus 2021. Mereka Muhammad Sibyan Sihite dan Alya Magfirah, yang duduk di kelas XI (sebelas).

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMP-SMA GIBS, Rahmat Dwi Purwanto mengaku bangga dengan pencapaian M. Sibyan Sihite dan Alya Magfirah, karena bisa melanjutkan tren positif setelah sebelumnya beberapa alumni SMA GIBS juga menjadi Paskibraka Barito Kuala di setiap tahunnya, sejak angkatan pertama di tahun 2013 silam.

"Rasanya bangga dan senang ketika siswa kita terpilih dalam seleksi Paskibra tingkat kabupaten, yaitu Alya Magfirah dan Sibyan Sihite. Kita berharap dengan terpilihnya siswa kita sebagai Paskibra Merah Putih, dapat meningkatkan rasa kecintaan dia kepada negaranya, menumbuhkan sikap disiplin dalam segala hal," ucap Rahmat.

"Bukan hanya sekedar disiplin ketika waktu latihan dan selama persiapan saja, semoga bisa membawa kebiasaan itu ke segala hal, terutama dalam mengemban misi sebagai genarasi muda Indonesia yang hebat. Sikap hormat yang dibina di pelatihan Paskibra dapat diaplikasikan di kehidupan sehari-hari, terutama sebagai seorang pelajar," lanjutnya.

Sebagai pengibar bendera Merah Putih, memang identik dengan sikap disiplin. Hal itu diakui oleh Sibyan Sihite, yang bercerita jika ia mendapat pengalaman berharga selama ikut pelatihan menjadi Paskibraka. Meski lelah dan menahan sakit, namun ia puas melihat bendera Merah Putih berkibar.

"Lelah karna tenaga dikuras saat harus latihan dan latihan, kesal karena dimarahi pelatih, tangan dan kaki melepuh karena menahan panasnya sengatan terik matahari, dan waktu tidur yang berkurang demi latihan. Namun semua itu terbayar ketika bendera Merah Putih berhasil dikibarkan. Terharu dan bangga bercampur menjadi satu. Jiwa korsa semangat di dada yang mengajarkan betapa pentingnya kebersamaan dalam latihan," ucap Sibyan.

"Kesan saya saat seleksi adalah senang dan juga sedih di waktu yang bersamaan, karena saat itu saya terpilih, tapi juga ada beberapa teman saya yang tidak terpilih. Saat latihan itu sih jujur sangat lelah, tapi lelah saya itu terbayarkan dengan kelancaran dan kami dibilang sangat memukau di hari H. Setelah jadi Paskibraka di kabupaten, saya sangat senang dan sangat bersyukur," imbuhnya.